Menteri Perang Israel Keluar dari Pemerintahan Darurat: Masa Depan Politik Israel Semakin Tak Menentu.

Tak sejalan dengan Netanyahu, Gantz memilih mundur. (Foto Associated Press, Ohad Zwigenberg)

IDZONE, Israel – Menteri yang juga anggota kabinet perang Israel, Benny Gantz, mengumumkan keputusannya untuk keluar dari pemerintahan darurat Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Keputusan ini didasarkan pada ketidakpuasan Gantz terhadap penanganan konflik Gaza oleh pemerintah.

Gantz juga mendesak Netanyahu untuk menetapkan tanggal pemilihan awal. Pada pertengahan Mei, Gantz menyatakan bahwa ia akan mengundurkan diri dari pemerintahan darurat jika rencana baru untuk operasi militer di Jalur Gaza tidak diadopsi sebelum 8 Juni.

Keputusan ini semakin memperlihatkan kemunduran Israel dalam kampanye perangnya di Gaza. Demikian dilansir dari Sputniknews, 10/06/2024.

“Netanyahu menghalangi kita untuk maju menuju kemenangan sejati. Itulah sebabnya kami keluar dari pemerintahan darurat hari ini, dengan hati yang berat tetapi dengan keyakinan penuh,” kata Gantz dalam pidato yang disiarkan televisi pada hari Minggu.

Gantz telah menyuarakan kritik tajam terhadap Netanyahu, menuduhnya tidak memberikan arah yang jelas dalam strategi militer dan diplomatik. Menurut Gantz, diperlukan pendekatan yang lebih tegas dan terstruktur untuk mencapai kemenangan yang berkelanjutan dan damai di Gaza.

Seruan untuk Pemilihan Awal

Dalam pidatonya, Gantz menekankan perlunya pemilihan awal sebagai solusi untuk mengatasi kebuntuan politik yang terjadi. Dia percaya bahwa perubahan kepemimpinan diperlukan untuk mengimplementasikan strategi baru yang lebih efektif dalam menangani konflik Gaza.

“Pemilihan awal adalah langkah yang diperlukan untuk memastikan bahwa pemerintah dapat bekerja dengan visi yang jelas dan strategis,” kata Gantz.

Kritik Terhadap Penanganan Konflik Gaza

Keputusan Gantz untuk keluar dari pemerintahan darurat mencerminkan ketidakpuasan yang meluas terhadap penanganan konflik Gaza oleh pemerintah Netanyahu. Banyak pihak di Israel yang merasa bahwa pendekatan saat ini tidak cukup efektif dalam menghentikan serangan dan memastikan keamanan jangka panjang bagi warga Israel.

Gantz telah lama dikenal sebagai pendukung pendekatan yang lebih keras terhadap Hamas dan kelompok militan lainnya di Gaza. Dia telah berulang kali menekankan perlunya tindakan yang lebih tegas untuk menghentikan serangan roket dan memastikan keamanan bagi warga Israel di daerah perbatasan.

Keputusan Gantz untuk keluar dari pemerintahan darurat dapat memiliki dampak signifikan terhadap lanskap politik Israel. Ini bisa memicu ketegangan lebih lanjut dalam koalisi pemerintahan dan mempercepat proses menuju pemilihan awal.

Dalam konteks politik yang sudah tegang, keputusan ini menambah ketidakpastian dan potensi perubahan besar dalam kepemimpinan Israel. Gantz, sebagai tokoh berpengaruh dalam politik Israel, kemungkinan akan memainkan peran penting dalam proses pemilihan mendatang dan pembentukan pemerintahan baru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *