Pasien di Sigi Diangkut dengan Tandu Sejauh 64 Km! Tim Medis Berjuang Melawan Hujan dan Medan Terjal

Pasien yang ditandu di Sigi sejauh 64 KM untuk mendapatlan fasilitas Kesehatan.

IDZONE, PALU – Sebuah kisah inspiratif dan menyentuh hati datang dari Sigi, Sulawesi Tengah. Tim medis dari Puskesmas Banasu di Kecamatan Pipikoro menunjukkan dedikasi luar biasa dalam mengantarkan seorang pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Tn. Arifin, seorang warga Desa Kalamanta, dirujuk ke Rumah Sakit di Gimpu karena menderita kaki diabetik. Perjalanan panjang dan menantang dimulai pada pukul 07.30 pagi, dengan tim medis yang terdiri dari Dokter Ahmad, Perawat Ningsih, dan perawat desa, mendampingi Tn. Arifin.

Kondisi jalan yang rusak dan hanya bisa dilalui dengan motor, serta kondisi Tn. Arifin yang tidak memungkinkan untuk dibonceng, membuat tandu menjadi satu-satunya pilihan. Dengan penuh semangat dan tekad, tim medis pun menggotong Tn. Arifin melewati medan yang sulit.

Perjalanan ini bukan tanpa hambatan. Hujan deras mengguyur di tengah perjalanan, memaksa tim medis dan Tn. Arifin untuk berteduh. Tak hanya itu, mereka juga harus menyeberangi jembatan di Banasu yang kondisinya memprihatinkan.

Meski dihadapkan dengan berbagai rintangan, tim medis tetap fokus pada tujuan mereka, yaitu mengantarkan Tn. Arifin ke rumah sakit secepat mungkin untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Kisah Tn. Arifin dan tim medis Puskesmas Banasu ini menjadi contoh nyata dedikasi dan pengabdian para tenaga kesehatan di Indonesia. Mereka bekerja tanpa pamrih, bahkan dalam kondisi yang sulit, demi menyelamatkan nyawa dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Kisah ini juga menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya infrastruktur yang memadai, khususnya di daerah terpencil. Akses jalan yang baik dan fasilitas kesehatan yang layak adalah hak dasar masyarakat yang harus dipenuhi oleh pemerintah.

Mari kita doakan semoga Tn. Arifin mendapatkan perawatan yang dibutuhkan dan segera pulih dari sakitnya. Kita juga harus terus mendukung dan menghargai kerja keras para tenaga kesehatan yang selalu berjuang di garda terdepan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *