Pemkab Sigi dan Yayasan IPAS Indonesia Tandatangani MoU untuk Program CERAH

Bapak Bupati Sigi, Mohamad Irwan dan Dr. Marcia Soumokil, MPH, Ketua Yayasan IPAS Indonesia menandatangani MoU.

IDZONE, Sigi – Ketua Yayasan Inisiatif Perubahan Akses menuju Sehat (IPAS) Indonesia, dr. Marcia Soumokil, MPH, bersama Bupati Sigi, Mohamad Irwan, melaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di ruang Aula Kantor Bupati Sigi, Selasa (21/5/2024).

Penandatanganan ini menandai dimulainya program “Perempuan Cakap dalam Menjaga Dampak Perubahan Iklim” (CERAH) di Kabupaten Sigi.

Program CERAH bertujuan untuk memperkuat ketangguhan sistem kesehatan terhadap dampak perubahan iklim dengan memperkuat alur layanan kesehatan reproduksi dan layanan kekerasan berbasis gender bagi perempuan dan remaja perempuan, khususnya di kelompok marginal.

Program ini akan dilaksanakan di tiga kabupaten di Sulawesi Tengah, yaitu Kabupaten Sigi, Kabupaten Donggala, dan Kabupaten Parigi Moutong. Di Sigi, program ini akan menjangkau komunitas di 31 desa yang tersebar di delapan kecamatan, serta mendukung penguatan layanan kesehatan di delapan puskesmas dan RSUD Torabelo.

Dalam sambutannya, dr. Marcia Soumokil memperkenalkan Yayasan IPAS Indonesia yang berdiri sejak tahun 2018 sebagai organisasi non-profit yang fokus pada isu sosial dan kemanusiaan, khususnya kesehatan reproduksi dan pencegahan kehamilan yang tidak diinginkan.

“Kami bekerja sama di tingkat lokal, nasional, dan global untuk menjamin hak perempuan atas layanan kesehatan reproduksi yang komprehensif,” ujarnya.

Dr. Marcia juga menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Kabupaten Sigi atas respon positif dan kerjasama yang cepat, sehingga penandatanganan MoU dapat terlaksana.

“Terima kasih kepada Bapak Bupati dan semua OPD terkait yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Kami berharap kerjasama ini dapat berjalan lancar dan sukses hingga tahun 2026,” tambahnya.

Bupati Sigi, Mohamad Irwan, dalam sambutannya menyatakan bahwa program CERAH sangat mendukung program pemerintah daerah, mengingat Kabupaten Sigi adalah salah satu daerah rawan bencana alam akibat perubahan iklim yang berdampak pada ekonomi, kesehatan, dan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Saya pribadi sangat senang dengan adanya program CERAH ini. Kami berharap semua OPD terkait siap membantu dan melaksanakan kerjasama ini agar program ini dapat berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Ketua Yayasan Kelompok Perjuangan Kesetaraan Perempuan Sulawesi Tengah (KPKP-ST), Soraya Sultan, SE, MSi, menjelaskan bahwa KPKP-ST telah melaksanakan berbagai program di Kabupaten Sigi sejak tahun 2022, termasuk penguatan kapasitas bagi tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan edukasi masyarakat terkait adaptasi krisis iklim yang berdampak pada kesehatan reproduksi dan seksual.

“Kami berharap program CERAH dapat memperluas kampanye tentang dampak krisis iklim dan adaptasi masyarakat terhadap krisis tersebut, khususnya dalam pencegahan kekerasan berbasis gender,” tutupnya.

Proses penandatanganan MoU dihadiri oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, pimpinan OPD terkait, serta tim dari Yayasan IPAS Indonesia dan Ketua Yayasan KPKP-ST.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *