Terungkap! Robot Ikan Pari (Manta Ray) Yang Bisa Dipakai Untuk Misi Jarak Jauh

IDZONE, WASHINGTON, D.C., Amerika Serikat- Northrop Grumman Corporation telah merakit prototipe kendaraan bawah laut tanpa awak / Unmanned Underwater Vehicle (UUV) dengan ukuran penuh yang diberi nama Manta Ray (Ikan Pari). Kelas baru UUV ini dapat melaksanakan operasi bawah laut dengan jangkauan jauh, durasi panjang, dan mampu membawa muatan besar tanpa memerlukan logistik manusia di lokasi.

Dikembangkan sebagai bagian dari upaya Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA, sebuah program penelitian dan pengembangan teknologi militer AS), Manta Ray dilengkapi dengan teknologi penting yang akan membantu desain UUV masa depan. Kendaraan ini menampilkan propulsi (mesin pendorong) daya rendah, kapasitas kargo yang ditingkatkan, dan manajemen energi yang efisien. Demikian dilansir dari laman Interesting Engineering, 09/04/2024.

“Sistem semacam itu dapat memberikan kapal induk tradisional kebebasan operasional yang lebih besar sambil meringankan beban kerja layanan pelabuhan layanan ,” ujar DARPA dalam sebuah pernyataan.

Inisiatif ini bertujuan untuk memperpanjang operasi di masa depan menggunakan UUV. Misi semacam ini tidak memerlukan bantuan logistik atau pemeliharaan manusia.

Jika berhasil, kelas baru UUV ini akan beroperasi secara independen dari kapal dan pelabuhan setelah dikerahkan. Hal ini akan meningkatkan kemampuan komando tempur tanpa mengganggu operasi yang sedang berlangsung.

Desain dan Keunggulan Manta Ray

Northrop Grumman menggambarkan prototipe ini sebagai “glider ekstra besar,” (glider/ peluncur – red) yang mengambil inspirasi dari gerakan anggun Ikan Pari (Manta Ray). Berbeda dengan glider tradisional yang hanya mengandalkan propulsi variabel-buoyancy, desain Northrop mencakup thruster atau baling-baling untuk gerakan maju.

Meniru bentuk dan gerakan ikan yang menjadi namanya, drone ini memiliki tubuh pengangkat dengan properti seperti glider laut untuk manuver dan efisiensi optimal. Meskipun dimensinya belum diungkapkan, penekanan diberikan pada meniru keanggunan Ikan Pari (Manta Ray).

Manta Ray dapat mengumpulkan energi dari lingkungan sekitar dan berdiam di dasar laut menggunakan daya rendah. Northrop Grumman mengatakan bahwa kendaraan ini dilengkapi dengan “teknologi hemat energi,” meskipun sifat hal ini masih terus dikembangkan.

Kolaborasi dengan Seatrec

Bekerjasama dengan Seatrec, sebuah perusahaan energi terbarukan, Northrop telah mengembangkan teknologi pemanenan energi yang mampu menyediakan daya terus menerus untuk Manta Ray. Hal ini memungkinkan misi diperpanjang dengan jarak dan durasi yang lama.

Masih menurut Interesting Engineering, misi “Unlimited Unmanned Underwater Vehicle (UUV)” oleh Northrop-Seatrec bertujuan untuk mengatasi masalah kapasitas penyimpanan energi terbatas yang dihadapi banyak UUV. Namun, Stasiun UUV Mission Unlimited “hanya ada sebagai konsep di atas kertas” saat ini, menurut The Warzone.

Stasiun UUV Mission Unlimited mengintegrasikan Thermal Energy Pod dari Seatrec, yang memanfaatkan gradien termal laut—memanfaatkan perbedaan suhu antara air permukaan dan kedalaman yang lebih dingin—dan mengubahnya menjadi listrik.

Memiliki kemampuan UUV yang beragam akan menjadi sangat penting dalam konflik maritim di masa depan. Teknologi seperti Manta Ray dapat berdampak besar pada operasi bawah laut, terutama mengingat skenario saat ini di mana negara-negara seperti China sedang berinvestasi besar-besaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *